tes
Friday, October 31, 2008
Thursday, August 21, 2008
Mengapa humor efektif dalam mendisiplinkan anak?
By Dr. Irwan • Jun 10th, 2008 • Category: Tumbuh Kembang
Disiplin anak seperti sesuatu yang serius dan penuh tekanan. Tapi, bila disiplin dikemas dalam humor maka disiplin menjadi sesuatu yang menyenangkan dan lucu sehingga bisa mengakrabkan anda dan anak, demikian pendapat salah satu terapis dan pengarang buku “Playful Prenting”. Selain itu dengan humor, suasana akan lebih nyaman daripada anda mengeluarkan kata-kata yang menyakiti hati anak.
Tips mendisiplinkan anak lewat humor :
1. Gunakan variasi suara yang lucu seolah ada di opera dan katakan secara langsung kepada anak
2. Berpuralah anda terjatuh didepan batita, menurut mereka orang dewasa yang jatuh adalah sesuatu yang sangat lucu, lalu sampaikan pesan moral yang ingin anda utarakan.
3. Cobalah berpura-pura menangis – khususnya kepada anak laki-laki. Mereka akan tertawa terbahak-bahak.
4. Ciptakan permainan yang tetap menyimbolkan agresifitas seperti bermain perang bantal guling.
Menempatkan permainan dalam pekerjaan rumah
* Sebagai contoh, katakanlah anda memiliki batita yang kuat dan setiap kali waktunya mandi atau berganti baju/ popok bagaikan perang dengannya. Nah, beberapa tips dibawah ini bisa anda coba sehingga waktu berpakaian menjadi menyenangkan :
* Ciptakan permainan lalu katakan padanya “Yuk kita main pakai baju”. Mulai dengan memakaikan baju bonekanya dan hewan kainnya. Lakukan tanpa paksaan dan tidak terburu-buru jadi siapkan waktu yang luang untuk permainan ini.
* Minta anak untuk memilihkan baju yang akan anda pakai lalu biarkan ia mendadani anda. Kemudian katakan kalau sebaliknya juga terjadi agar adil.
* Sedikit bermain kejar-kejaran sambil mencoba memakaikan baju untuknya pasti akan menyenangkan ia dikejar-kejar anda.
* Berpuralah anda tersandung lalu terjatuh, maka ia akan tertawa senang. Percayalah ! semua tawa dan kelucuan yang terjadi menurunkan tensi darah anda dan membuat pikiran anda positif dan kreatif.
Mendisiplinkan anak yang lebih tua lewat permainan
Pada anak yang berusia lebih tua, sekitar 5-6 tahun, bermain merupakan cara yang paling tepat belajar mengetahui perasaan dan pendapat mereka tentang apa saja.
Sambil bermain kita bisa mengajarkan hal berkaitan tanggung jawab dan etika dengan menggunakan boneka binatang atau boneka tangan. Satu boneka memperagakan etika yang baik dan satu boneka yang lain memperagakan etika yang kurang baik, tapi keduanya sama-sama menggunakan bahasa yang lucu, konyol, dan menyenangkan. Intinya, selalu eratkan hubungan komunikasi dan ikatan batin anda-anak maka penanaman nilai-nilai kebaikan dapat mudah mereka serap.
sumber : http://dokteranakku.com/?p=176
Musik untuk kecerdasan
By Dr. Irwan • Jul 23rd, 2008 • Category: Tumbuh Kembang
Musik membuat hidup ini serasa indah. Musik juga dapat mengoptimalkan kecerdasan. Pada abad 19 seorang penulis di Inggris pernah berkata “Musik itu adalah nyanyian para malaikat”. Tidak bisa dipungkiri, musik memang memiliki kekuatan luar biasa yang juga berdampak besar bagi kejiwaan. Hal ini berlaku juga bagi bayi dan anak.
Musik dan Matematika
Banyak penelitian membuktikan, janin menunjukkan reaksi tertentu jika diperdengarkan musik. Ibu yang sedang hamil merasakan gerakan janin yang semakin cepat atau justru lebih santai. Sementara itu, banyak juga yang berpendapat musik klasik yang diperdengarkan ibu hamil, dan juga janinnya, dapat membuat kecerdasan pada anak lebih tinggi.
Psikolog Fran Rauscher dan Gordon Shaw dari University of California-Irvine, Amerika Serikat pada tahun 1994 melakukan penelitian yang membuktikan bahwa erat kaitan antara kemahiran bermusik dengan penguasaan level matematika yang tinggi, dan keterampilan-keterampilan sains. Setelah delapan bulan, penelitian kedua pakar ini menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan program pendidikan musik, meningkat inteligensi spasialnya (kecerdasan ruang) sebesar 46% dibandingkan dengan anak-anak yang tidak diekspos oleh musik.
Musik dan Bermain
Ahli saraf dari Harvard University, Mark Tramo, M.D. mengatakan, “Dalam otak kita, jutaan neuron dari sirkuit secara unik menjadi aktif ketika kita mendengar musik. Neuron-neuron ini menyebar ke berbagai daerah di otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan belahan kanan”. Rupanya mulai dari sinilah kaitan antara musik dan kecerdasan terjadi. Tapi, ini bukan berarti anda harus memiliki grand piano di rumah. Anda juga tidak wajib mendominasi rumah dengan berlebihan. Yang penting, biasakanlah musik menghiasi ruang di sekitar anak-anak. Putarkan lagu di radio. Bernyanyilah bersama. Kalu perlu, ekspresikan bakat penyanyi terkenal bersama si kecil.
Melalui kegiatan bermain, anak memperoleh manfaat dari musik. Dr. Dee Joy Coulter, seorang pendidik Neuroscience dan penulis buku Early Childhood Connections : The Journal of Music and Moment-Based Learning, mengklasifikasikan lagu-lagu, gerakan dan permainan anak sebagai latihan untuk otak yang brilian. Mengenalkan anak pada pola bicara, keterampilan-keterampilan sensory motor, dan strategi gerakan yang penting. Melalui permainan yang mengandung musik, tak hanya perkembangan bahasa dan kosa kata saja yang meningkat, tapi juga berita dan keterampilan beriramanya. Logika membuat anak nantinya mampu mengorganisasi ide dan mampu memecahkan masalah. Pendidikan prasekolah pun menggunakan musik sebagai bagian dari proses pendidikan, dikarenakan berbagai manfaat yang didapat dari musik.
Manfaat Musik Bagi si Kecil diantaranya adalah:
* Mengoptimalkan perkembangan otak.
* Meningkatkan multiple intelligences.
* Memfasilitasi emotional bonding (ikatan emosional) orang tua dan anak.
* Membangun keterampilan sosial dan emosional anak.
* Meningkatkan perhatian terhadap tugas-tugas dan kemampuan bicara.
* Mengembangkan kontrol impulsif dan perkembangan motorik.
* Menjembatani kreativitas dan kesenangan.
Apresiasi Musik Sesuai Usia Anak:
Usia 0-1 tahun
Pada usia sembilan bulan, bayi biasanya mulai bergerak maju-mundur merespons alunan musik yang didengarnya, melambai-lambaikan tangan mengikuti irama. Di usia 1 tahun, anak yang intensif diperdengarkan lagu semakin terampil merespons rangkaian bunyi irama.
Usia 2 tahun
Biasanya anak dapat mengikuti lagu dengan senandung yang nadanya belum pas benar. Gerak tubuh lebih terarah dan kesukaannya bergoyang semakin meningkat.
Usia 3 tahun
Si kecil yang mulai suka menentang berbagai aturan mulai menyukai kegiatan eksperimental dalam apresiasi musik. Selain mengikuti musik dengan gerak tubuh, ia juga suka mengetuk-ngetuk, memukul-mukul, atau menggesekan benda mengikuti irama. Bila dibiasakan mendengarkan musik, anak bahkan bisa lebih kreatif dengan menciptakan lagu-lagu yang kata-katanya dibuat oleh mereka sendiri.
Usia 4-5 tahun
Sejalan dengan perkembangan emosi yang lebih matang, tempo dan suara yang dihasilkan dalam bernyanyi, atau mengetuk-ngetuk alat musik sudah lebih pas. Ketertarikan untuk menguasai sebuah alat musik semakin besar dan serius. Rentang perhatian yang semakin panjang, memungkinkannya memainkan sebuah lagu hingga tuntas
sumber :http://dokteranakku.com/?p=187
Thursday, June 26, 2008
Friday, January 18, 2008
Assalamu "alaikum
salam kenal buat teman-teman kecilku. namu lengkapku RAISA ADILAH CLETA DAHAYU. Aku lahir di
